Kelemahan Sepeda Motor Listrik (Part 2)

Posted on January 11, 2010. Filed under: My Experience, Sepeda Motor Listrik | Tags: , , |

Lanjutan dari Posting sebelumnya (Part 1)

3. Daya Tempuh Yang Terbatas (± 60 km)

Biasanya kemampuan daya tempuh adalah salah satu hal yang menjadi pertanyaan bagi sepeda motor listrik. Memang kemampuan daya tempuh saat full charge (atau full tank pada motor bensin) tidak mampu menyamai sepeda motor bensin yang sekali pengisian bisa mencapai ratusan kilometer. Terlebih lagi, untuk mengisi batere tidak cukup hanya beberapa menit seperti ketika kita mengisi BBM. Jadi jelas sepeda motor listrik bukan untuk alat transportasi jarak jauh, belum saatnya. Saya pribadi riskan jika harus mengendarai sepeda motor listrik ke tempat yang lumayan jauh, atau untuk keperluan keliling-keliling dalam kota. Jadi saran saya untuk pengguna, dan calon pengguna sepeda motor listrik :

  1. Rencanakan rute perjalan Anda sebelum berangkat dengan sepeda motor listrik, hitung jarak pergi pulang (gunakan google map untuk membantu menghitung jarak dari satu lokasi ke lokasi lain). Jika kemampuan molis Anda 60 km full charge jangan mengambil resiko berpergian dengan jarak lebih dari 50 km untuk safe-nya. Atau bagi Anda yang menggunakan molis untuk pergi pulang kerja, dan kebetulan kantornya cukup jauh dari rumah. Tidak ada salahnya meminta izin dari kantor untuk mencharge sepeda motor listrik Anda di kantor.
  2. Untuk perjalanan jarak jauh jangan gunakan molis, selain jarak tempuhnya yang pendek juga karena kurang nyaman mengendarai sepeda motor listrik yang kecepatannya rendah dalam waktu lama, apalagi di jalan raya yang banyak kendaraannya. Lebih aman memilih kendaraan umum atau kendaraan dengan BBM.

Namun untuk penggunaan sehari-hari, saya rasa jarang yang harus menempuh lebih dari 60 km setiap hari dengan kendaraan roda dua.

4. Waktu Pengisian Batere yang Lama (± 8 Jam)

Berapa waktu yang Anda butuhkan untuk mengisi full tank sepeda motor bensin (tidak termasuk mengantri di SPBU)? Rata-rata tidak sampai 5 menit untuk bisa digunakan beratus-ratus kilometer. Kontras dengan sepeda motor listrik yang untuk bisa full charge butuh waktu ber jam-jam. Jadi jika batere molis Anda habis, paling tidak harus menunggu 4 jam lagi untuk bisa digunakan. Jika habis nya di rumah sih tidak masalah, bagaimana jika habisnya di jalan? Kelemahan ini membuat sepeda motor listrik tidak selalu available, tidak bisa digunakan siang dan malam.

Hal ini menjadi PR bagi produsen sepeda motor listrik untuk meriset batere yang tahan lama sekaligus memiliki waktu pengisian ulang yang cepat.

To be continued …. ( to Part 3)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2 Responses to “Kelemahan Sepeda Motor Listrik (Part 2)”

RSS Feed for blog sepeda MOtor LIStrik Comments RSS Feed

[…] be continued …. ( to Part 2) Possibly related posts: (automatically generated)Sepeda Motor Listrik, Sumber Tenaga dan Kinerja […]

[…] Posted on January 13, 2010. Filed under: My Experience, Sepeda Motor Listrik | Tags: Kendaraan Ramah Lingkungan, molis, Sepeda Motor Listrik | Lanjutan dari Posting sebelumnya (Part 2) […]


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: