Kelemahan Sepeda Motor Listrik (Part 1)

Posted on January 10, 2010. Filed under: My Experience, Sepeda Motor Listrik | Tags: , , , |

Motor Listrik di jalananDalam mengulas suatu produk, apapun itu, kita harus jujur. Tidak boleh selalu mengedepankan kelebihan, apalagi melebih-lebihkan. Kekurangan juga harus diungkap secara jujur agar tidak ada pihak-pihak yang dikecewakan di kemudian hari. Saya yakin artikel ini tidak menyurutkan minat berbagai pihak terhadap sepeda motor listrik, justru artikel ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat yang umumnya masih awam terhadap keberadaan sepeda motor listrik. Sehingga masyarakat makin mengenal dan akrab dengan sepeda motor listrik.

Tanpa basa-basi lagi berikut saya ulas beberapa kelemahan sepeda motor listrik (kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi) :

1. Usia Aki/Batere yang terbatas (± 2 tahun)

Aki atau batere merupakan komponen vital (selain dinamo) bagi sepeda motor listrik. Bisa dibilang aki merupakan jantung dan paru-paru bagi sepeda motor listrik. Tanpanya, sepeda motor listrik Anda hanyalah pajangan. Satu hal yang jarang diinformasikan oleh produsen molis adalah usia pakai (life time) aki dan berapa harga aki baru. Karena yang (mungkin) dikhawatirkan oleh produsen jika informasi ini diberi tahu ke calon konsumen akan menyurutkan minat untuk membeli sepeda motor listrik. Usia pakai dan harga aki untuk masing-masing merk sepeda listrik berbeda-beda, namun umumnya usia pakai tidak jauh dari 2 tahun, dan harga aki kurang lebih 1 juta rupiah. Jadi bagi Anda yang sekarang berminat membeli motor listrik, saya sarankan untuk :

  1. Mulai menabung untuk mengganti aki sepeda motor listrik anda 2 tahun mendatang. Rp. 50.000/bulan (Rp.1.200.000/2 tahun) saya rasa cukup.
  2. Sebelum membeli sepeda motor listrik tanyakan kepada produsen barapa usia pakai aki dan berapa harga penggantinya. Untuk antisipasi penggantian

Juga tidak menutup kemungkinan di kemudian hari hadir aki dengan teknologi yang lebih maju dengan usia pakai yang lebih panjang.

2. Kecepatan Maksimal yang Rendah (± 40 km/jam)

Di jalan raya, tidak dipungkiri kecepatan memegang hal penting. Terlalu pelan kadang mengesalkan, apalagi di jalan raya yang padat pengendara dan sesak dengan polusi. Rasa-rasanya ingin cepat sampai rumah dan tidak sabar dengan kecepatan 40 km/jam. Kecepatan yang saya maksudkan bukan dimaksudkan untuk ngebut-ngebutan, tapi untuk mendahului kendaraan lain yang kecepatannya lebih rendah dari kita (terutama kendaraan-kendaran besar yang sangat tidak nyaman berkendara di belakangnya). Berdasarkan pengalaman pribadi, saya ragu untuk mendahului trailer dengan kecepatan  ±35 km/jam, sedangkan kecepatan maksimal sepeda motor listrik saya cuma 40 km/jam (apalagi dengan akselerasi yang halus), kejadian seperti ini yang menjadi dilema. Jika harus membuntuti dari belakang paru-paru kotor, muka hitam, nafas sesak. Jika harus menyusul … sangat membahayakan, perlu ekstra hati-hati dan perhitungan. Well, kejadian seperti itu memang jarang terjadi, namun perlu diantisipasi sebelumnya agar tidak kecewa setelah membeli sepeda motor listrik dan menghadapi kejadian yang tidak mengenakkan di jalan raya. Satu lagi, dengan kecepatan rendah kita dipaksa berada di jalur kiri, yang terkadang jalan di jalur kiri lebih rusak daripada jalan yang ada di jalur kanan. Semoga molis-molis dengan kecepatan maksimal yang lebih tinggi bisa cepat hadir di Indonesia. Amin

To be continued …. ( to Part 2)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: