Molis dan Tanjakan

Posted on December 20, 2009. Filed under: My Experience | Tags: , |

Tanjakan adalah musuh besar molis untuk saat ini, tapi tidak menutup kemungkinan akan hadir tipe molis yang mampu melahap tanjakan sama baiknya dengan motor bensin. Namun untuk sementara kita abaikan dulu kemungkinan masa depan itu. Yang sekarang ingin saya bahas adalah kemampuan rata-rata molis yang ada di pasaran Indonesia saat ini. Berawal dari pengalaman saya yang pulang pergi kerja melewati beberapa medan tanjakan yang cukup berat untuk ukuran molis, dengan tingkat kemiringan 20 s/d 30 deratjat dan jarak 100 s/d 200 mtr. In the end, tanjakan dapat dilalui tanpa saya harus menurunkan kaki ke aspal, namun prosesnya membuat kita berlatih untuk sabar, kadang berlatih untuk tebal muka jika banyak pengendara lain yang mendahului sambil melihat heran. Kalau dulu waktu masih mengendarai mosin saya bisa melahap tanjakan dengan 30 – 40 km/jam, sekarang paling-paling 10 – 5 km/jam (sedikit lebih cepat dari jalan kaki). Lucunya, ada tips agar molis tidak terlalu berat melewati tanjakan, caranya: kita turun dari molis sambil ngegas, biarkan molis melaju tanpa kita di atasnya, jadi kita lari-lari disamping molis sambil sedikit ngegas. Cara ini dilakukan hanya kalau jalan sedang sepi dan kira-kira tidak ada kendaraan lain yang lewat. Soalnya malu booo…

By the way, harus diakui kemampuan melewati tanjakan adalah salah satu kekurangan molis (saat ini). Walaupun bisa terlewati, kecepatannya pasti, dan pasti akan berkurang, dan tentunya menyiksa dinamo, batere, dan controller. Anyway, memang molis dirancang bukan untuk melewati medan tanjakan, molis dirancang untuk jalan datar. So for you guys and gals, yang niat beli molis pastikan dulu rute harian anda tidak melewati banyak tanjakan. Jangan seperti saya yang kurang perhitungan, udah tau tiap hari lewat tanjakan masih nekat beli molis. Tapi bagaimanapun juga saya tetap tidak menyesal apalagi kecewa membeli molis. Toh, jalur tanjakan hanya sebagian kecil dari total jarak tempuh saya dan paling tidak masih bisa dilewati tanpa harus dorong-dorong di tanjakan. Segala sesuatu ada untung ruginya, ada kelebihan dan kekurangan.

Sampai saat ini saya masih ragu jika harus membawa istri saya pergi jauh, saya kira-kira apakah medan tanjakan yang bakal dilewati bisa dilalui dengan berboncengan tanpa salah satu harus ngomel-ngomel.

Apakah ada rekan-rekan punya pengalaman serupa…. Let share here

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

3 Responses to “Molis dan Tanjakan”

RSS Feed for blog sepeda MOtor LIStrik Comments RSS Feed

kebetulan saya juga jadi agak complain dengan molis (merek motor listrik saya bener MOlis nih jenis Andal)…Maret ini sudah 2 tahun saya pakai molis ini, kemarin setelah lewat polisi tidur tiba-tiba mesinnya mati…saya bawa ke kenalan saya yang suka bongkar-bongkar peralatan listrik katanya akinya yang habis atau rusak dan harus diganti total kira2 1,2 juta…waduh…apes juga…kira-kira ada masukan gak ya karena kalo harus servis dan ganti onderdil senilai itu sepertinya berat juga ya…karena motor ini lumayan berguna untuk bawa-bawa anak sekolah…terima kasih.

Sebenarnya masalah usia aki itu kurang disosialisasikan oleh produsen molis. Memang usia rata2 aki molis kurang lebih 2 tahun, dan harganya cukup mahal. Seharusnya sejak pertama diperkenalkan produk molis produsen harus memberi tahu calon konsumen bahwa aki adalah komponen yang usia pakainya terbatas dan harus diantisipasi penggantiannya dari jauh-jauh hari (dengan menabung). Kalau saran saya untuk mas dicky, tidak ada pilihan lain kecuali ganti aki baru. Dan mulai menabung untuk penggantian aki 2 tahun ke depan. Semua ada kelebihan dan kekurangan, dan mungkin ini salah satu kekurangan motor listrik. Paling tidak mas dicky tidak perlu memikirkan ganti part2 yang lain seperti rante, gear set, knalpot, ganti oli, dll.

Artikelnya Gokil dan bermanfaat bro!!

ha ha jadi mikir ne jadi pa gak bli molis..
lumayan tanjakan di rumah lebih dari 40 derajat… lam knal. kunjungi jga bloq jika ada wkatu y…thanks


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: